Peluang Tambak / Pemasaran Udang

Pengantar

Investasi usaha tambak udang merupakan salah satu bidang usaha yang dapat dikembangkan oleh investor dalam dan luar negeri. Selain prospek pasaran ekspor yang masih terbuka, Kabupaten Bangka sebagai kabupaten yang dikelilingi lautan, memiliki lahan yang cukup untuk dikembangkan sebagai areal tambak udang. Lebih dari itu, guna mendukung berkembangnya bisnis sektor perikanan pada umumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka saat ini tengah mengembangkan Kawasan Pelabuhan Perikanan Terpadu, yang akan mendukung pengembangan usaha tambak udang yang dilakukan oleh investor.

Peluang Pemasaran Udang

Perkembangan Produksi Udang

Selama lima tahun terakhir, produksi udang nasional relatif stabil. Kondisi ini menunjukkan usaha tambak udang memberikan nilai ekonomi yang layak dan menguntungkan. Sentra-sentra produksi utama tambak udang adalah Jawa Tinur, Sulkawesi Selatan, Lampung dan Jawa Barat. Perkembangan produksi udang nasional lihat tabel berikut :

Tabel Perkembangan Produksi Nasional Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Volume (Ton)

Pertumbuhan (%)

1.

1997

368.190

2.

1998

375.776

2,187

3.

1999

416.000

9,669

4.

2000

360.000

-15,555

5.

2001

365.750

15,972

Jumlah

1.885.716

Perkembangan Ekspor Impor Udang

Di bidang pemasaran, udang khususnya udang windu dan lobster merupakan salah satu komoditas perikanan yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada tahun 1997, volume ekspor udang tercatat 92,1 ton dengan nilai US$ 1.015,7 atau US$ 11.028 per ton atau US$ 11,28 per kg.

Meski demikian pada tahun selanjutnya, khususnya sejak tahun 2000, sebagai akibat menurunnya harga udang di pasaran internasional menjadi US$ 6.888 per ton atau US$ 6,08 per kg, nilai ekspor udang pada tahun 2001 mengalami penurunan menjadi US$ 940 dengan volume ekspor sebesar 122,1 ton. Negara-negara tujuan ekspor utama udang Indonesia adalah Jepang, AS, Hong Kong, Singapura, Belanda, Inggris dan Belgia dan Luksemburg. Perkembangan Ekspor Nasional Udang lihat Tabel Perkembangan Ekspor Nasional Udang 1997 – 2002.

Pada masa datang, jika kualitas udang nasional terus ditingkatkan dan memenuhi standar mutu produk yang dibutuhkan oleh negara-negara konsumen khususnya Jepang dan AS. prospek pemasaran udang nasional diperkirakan membaik. Kedua negara itu, sangat ketat terhadap produk makanan yang masuk ke negaranya. Untuk itu standar manajemen mutu harus mampu dipenuhi oleh pengusaha tambak udang nasional, agar mampu memiliki nilai kompetitif dengan produk udang negara-negara lain.

Tabel Perkembangan Ekspor Nasional Udang 1997 – 2002

No.

Tahun

Volume (Ribu Ton)

Nilai (000 US$)

1.

1997

92,1

1.007 971,5

2.

1998

140,5

1.007 231,8

3.

1999

106,3

887 262,4

4.

2000

114,0

887.625,4

5.

2001

127,3

1.003 259,7

6.

2002

122,1

940,4

Dalam kurun waktu yang sama, pada tahun 1997, volume impor udang nasional tercatat 1.460 ton dengan nilai US$ 5.964,5, yang kemudian pada tahun 2001 meningkat menjadi 8.083 ton dengan nilai US$ 26.512. Berdasarkan negara asal, udang di impor dari Australia, Singapura, AS, India dan negara lainnya.

Tabel Perkembangan Impor Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Volume (Ton)

Nilai (US$)

1.

1997

1.460

5.964,5

2.

1998

7.938

77.173

3.

1999

14.956

44.407

4.

2000

13.450

37.283

5.

2001

8.083

26.512


Perkembangan Konsumsi Udang Nasional

Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor. Atas dasar konsepsi tersebut, pada tahun 1997, tingkat konsumsi nasional udang tercatat 276.607 ton, yang kemudian menurun menjadi 240.666 ton pada tahun 2002. Dengan tingkat konsumsi tersebut, menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional, udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Apalagi, seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang, akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.

Tabel Perkembangan Konsumsi Nasional Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Produksi
( Ton )

Ekspor
( Ton )

Impor
( Ton )

Konsumsi
( Ton )

1.

1997

368.190

93.043

1.460

276.607

2.

1998

375.776

140.158

7.938

243.556

3.

1999

416.000

106.300

14.956

324.656

4.

2000

360.000

114.000

13.450

259.450

5.

2001

365.750

121.250

8.083

252.583

Jumlah

1.885.716

574.751

45.887

1.356.852

Aspek-aspek Produksi

Pengelolaan Tanah

1. Untuk melakukan usaha tambak udang langkah awal yang dilakukan adalah membuat areal tambak sesuai dengan kapasitas produksi yang ditetapkan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengelolaan tanah, dengan tujuan sebagai berikut : Menguraikan bahan organik yang tertimbun di tanah dasar agar dapat menjadi mineral penyubur tanah dan mendorong pertumbuhan makanan alami.

  1. Menghilangkan senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa yang beracun.
  1. Memberantas ikan liar, hama dan penyakit.
  1. Pengeringan dapat mempengaruhi pertumbuhan pakan alami terutama klekap

Cara pengelolaan :

  1. Mengeringkan sebelum diisi air selama 7-9 hari sampai tanah dasar retak-retak sedalam 1-2 cm. Hindari pengeringan tanah sampai tanah berdebu.
  1. Lumpur yang ada di caren supaya diangkut dan dibuang ke pematang.

3. Sementara kita mengeringkan tanah dasar, dapat dilakukan pekerjaan seperti perbaikan pematang, menutup kebocoran, perbaikan pintu air, perbaikan saringan dan saluran pemasukan air.

Pemberantasan Hama

Untuk mempercepat pertumbuhan udang serta mampu menghasilkan produksi udang sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sebelum penebaran benih, berbagai jenis hama yang ada harus dibunuh atau dihilangkan dari areal tambak. Umumnya, jenis-jenis hama adalah :

  1. Penyaing (kompetitor) : kepiting, mujair, udang liar.
  2. Pemangsa (predator) : payus, ular baronang, kakap, kepiting, dll.,
  3. Pengganggu.

Pemeliharaan

Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan adalah pakan alami dan pakan buatan/tambahan : dedak, katul, jagung, pelet. Dengan pakan tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan.

Cara pemberian pakan :

  1. Pakan alami, Dengan cara pemberian pupuk baik pupuk kandang (kotoran hewan ) maupun pupuk anorganik.
  2. Pakan buatan, Dalam hal ini pellet
  3. Penentuan pakan : Nilai konversi : 1,8 -2 artinya untuk menghasilkan udang 1 kg diperlukan sebanyak 1,8-2 kg.

Ketentuan besar pakan menurut umur udang :

Umur setelah ditebar (hari)

Berat udang rata-rata (g)

No. pakan

Jumlah pakan/hari (% biomasa)

S/D 30 hari
31 – 60 hari
61 – 70 hari
70 – 90 hari
90 – panen

PI 20 – 50
4 – 9
10 – 12
15 – 20
25 – 45

No. 1
No. 2
No. 3
No. 4
No. 5

10 – 15 %
8 – 10 %
4 – 5 %
3 – 4 %
3 – 4%

Contoh perhitungan jumlah pakan untuk padat penebaran 40.000 ekor/ha

  1. Tebar : 40.000 ekor/ha
  2. Kematian : 40% berarti 40% x 40.000 = 16.000 ekor mati
  3. Kehidupan : 40.000-16.000 =24.000
  4. Target panen : Size 40 atau 40 ekor dalam 1 kg berarti 1 ekor beratnya 25 gr.
    PCR ditentukan 1,8 berarti pakan yang dibutuhkan : 1,8 x 600 =1080 kg Untuk 24.000 ekor beratnya 24.000 x 25 gr = 600 kg.

5. Dalam pemberian pakan harus diperhatikan juga selera makan udang tersebut . Hal itu bisa dilihat pada waktu sampling di anco dengan jumlah 5% dari jumlah pakan waktu itu, Apabila habis maka berarti udang kurang bernafsu makan, maka perlu dikurangi. Untuk pengontrolan kebiasaan dan tingkah laku udang maka dapat dilakukan pengamatan pada malam hari, lebih-lebih pada saat kondisi perubahan suhu oksigen yang drastis. Apabila terjadi perubahan tingkah laku maka setelah diketahui penyebabnya segera lakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghindari masalah dan kerugian di malam hari.

6. Pemberian pakan dengan cara sampling tersebut dapat memberikan manfaat diantaranya : menghindari pemborosan pakan, mengurangi biaya produksi, apabila pakan yang diberikan terlampau banyak maka akan mengendap di dasar tambak sehingga dapat mengakibatkan racun dan dapat menurunkan kualitas air dan membunuh udang, menghindari kanibal /saling makan diantara udang windu karena pakan yang diberikan kurang.

Pengontrolan Kualitas Air

Penggantian air dilakukan secara teratur, misalnya 5% setiap hari dan hindari penggantian air secara total/sampai habis kecuali ada masalah-masalah tertentu. Untuk tambak-tambak tertentu biasanya dilengkapi 2 pintu air pembuangan yaitu pipa atas dan pipa bawah. Untuk pipa atas diperlukan untuk membuang air pada saat sehabis hujan deras sehingga timbul dua lapisan yang berbeda yaitu lapisan air berkadar garam dan air hujan. Oleh karena itu, karena air hujan tidak cocok dengan kondisi lingkungan udang maka perlu dibuang.

Pemberantasan Hama

Tambak yang sudah diisi tidak menutup kemungkinan terdapat hewan-hewan liar yang mengganggu kehidupan udang, misalnya ikan liar, kepiting, ular, dan udang liar, walaupun sebelum ditebar benih tambak sudah di racun. Pemberantas hama biasanya dilakukan langsung di tambak tersebut berupa pemberian saponin. Untuk satu hektar, diberi saponin 50 kg dengan cara :

Direndam semalam atau 24 jam Saponin ditumbuk halus Ampas dan airnya ditebar merata ke tambak dengan terlebih dahulu air tambak semula.dikurangi ½ dari ketinggian semula Lakukan pengambilan ikan-ikan yang mati Air yang sudah diberi saponin tidak perlu di buang dikarenakan saponin dapat menjadi pupuk bagi tambak.

Untuk hama berupa kepiting dan udang liar, pemberantasan dapat dilakukan dengan menangkap atau mengambilnya secara rutin dan terus menerus dengan alat khusus misalnya serok, dll.

Panen

Usahakan panen dilakukan pagi hari pada saat matahari masih teduh. Oleh karena itu panen harus menghindari sinar matahari langsung atau pada saat matahari terik, pada saat bulan terang/purnama. Siapkan peralatan panen, misalnya : waring hitam dipasang dipintu tambak keringkan tambak siapkan fiber box dan es. Bila sudah siang maka hentikan pemanenan, lakukan lagi ketika suasana teduh.

Kualitas Air Tanah Untuk Budidaya Udang

Menurut hasil penelitian Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bangka, kualitas air yang cocok untuk budidaya udang di daerah Kabupaten Bangka adalah sebagai berikut :

  1. Suhu : 26-30 derajat Celcius
  2. Kadar garam : 15-30 per mil
  3. Kecerahan : 25-35 CM
  4. PH : 7,5-8,5
  5. Amonia (NH 3) : <0,1 mg/1)


Kualitas Tanah Untuk Budidaya Udang

  1. Tekstur : Liat s/d liat berpasir
  2. PH : 6-7
  3. Nitrogen : 0,4-0,75 %
  4. Pyrit : <2%

Kecerahan Air

  1. Alat Pengukur : Secchidisc
  2. Kecerahan > 30 cm : Plankton tinggi (air perlu diencerkan atau ganti air)
  3. Kecerahan 30- 35 cm : Plankton cukup (baik, air dipertahankan)
  4. Kecerahan > 35 cm : Plankton kurang (kurang baik, lakukan pemupukan)

Hubungan Warna Air Dengan Kualitas Air

  1. Coklat muda : Baik, dipertahankan
  2. Coklat tua : Baik diencerkan
  3. Coklat kemerahan : Berbahaya, perlu ganti air
  4. Coklat kehijauan : Kurang baik, air diencerkan
  5. Hijau muda : Kurang baik, air diencerkan
  6. Hijau tua : Kurang baik air diencerkan
  7. Hijau kekuningan : Tidak baik, harus banyak diencerkan
  8. Hijau kebiru-biruan : Tidak baik air dibuang atau diganti

Analisa Kelayakan Investasi Tambak Udang

Teknis Produksi

1. Skala Usaha : 50 Ha untuk lahan tambak, 5 Ha untuk infrastruktrur dan emplassemen

2. Status Usaha : PMDN/PMA

3. Sifat Usaha : Intensifikasi

4. Jenis Udang : Udang Windu atau Lobster

5. Kepadatan Bibit : 14.000.000 ekor/kepadatan 140.000 ekor per Ha

6. Target Panen : 4 Bulan atau satu tahun 2 kali panen

7. Kapasitas Produksi : 21 Ton/Tahun atau 10,5 Ton per panen

8. Volume Panen : 40 ekor/Kg atau 25 gram per ekor udang

9. Mortalitas Udang : 40%

Lahan Yang Diperlukan

Lahan yang diperlukan 55 Ha, terdiri dari 50 ha lahan tambak dan 5 ha bangunan.


Kebutuhan Sarana Produksi Per Tahun/ Dua Kali Panen

1. Bibit/Benur : 14.000.000 ekor per tahun/dua kali panen

2. Pakan : 420.000 Kg

3. Pupuk Urea : 20.000 Kg

4. Pupuk TSP : 20.000 Kg

5. Saponin : 10.000 Kg

6. Kapur : 100.000 Kg
Kebutuhan Sarana dan Prasarana

1. Gedung Kantor : 100 M2

2. Gudang : 100 M2

3. Pos Keamanan : 4 Unit (16 M 2 )

4. Aerator/Kincir : 550 Unit atau 11 Unit/Ha

5. Kendaran Operasional : Unit Jenis Box

6. Motor : 5 Unit

7. Mobil Angkutan : 1 Unit Truck ¾


Kebutuhan Listrik

Genset : 4 Unit

Kebutuhan Tenaga Kerja

Jumlah : 64 orang

Tabel Jumlah dan Gaji Tenaga Kerja per Tahun

No.

Jabatan

Jumlah

Gaji Per Bulan
(Rp)

Jumlah Per Tahun
(Rp)

1.

Teknisi Kepala

1

2.000.000,00

24.000.000,00

2.

Teknisi

5

7.500.000,00

90.000.000,00

3.

Operator

50

25.000.000,00

300.000.000,00

4.

Staf Administrasi Keuangan

1

750.000,00

9.000.000,00

5.

Straf HRD

1

750.000,00

9.000.000,00

6.

Satpam

6

500.000,00

6.000.000,00

Jumlah

64

36.500.000,00

438.000.000,00

Keterangan :

1. 1 orang teknisi mengelola 10 ha, dengan operator 10 orang.

2. Jumlah tenaga kerja dan gaji hasil wawancara dengan PT. Lola Mina Merawang,

3. perusahaan Tambak Udang di Kabupaten Bangka

4. Upah belum termasuk lembur, intensif dan bonus.

Analisis Biaya Produksi

Analisa biaya produksi investasi tambak udang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Analisa Biaya Produksi per Tahun
(Dalam Rp 000)

No.

Uraian

Volume

Unit

Harga/Unit (Rp)

Total (Rp)

A

Modal Tetap

1. Pembebasan Lahan

55

Ha

50.000

2.500.000

2. Konstruksi Lahan Tambak

50

Ha

50.000

2.500.000

3. Bangunan Emplasemen

200

M 2

500.

100.000

4. Genset (Merk Perkins) 2 Unit 500 KVA

US$ 57.950

956.175

5. Aerator

300

Unit

1.856,25

556.875

6. Kendaraan Operasional

1

Unit

80.000

80.000

7. Motor

1

Unit

12.000

12.000

8. Instalasi Listrik

153.375

Jumlah A

6.858.425

B

Modal Kerja

1. Bibit (Benur)

14.000.000

Ekor

0,045

630.000

2. Pakan

420.000

Kg

7,5

3.150.000

3. Obat-obatan

- Urea

20.000

Kg

1,5

30.000

- TSP

20.000

Kg

1,5

30.000

- Saponin

10.000

Kg

7

70.000

- Kapur

100.000

Kg

1

100.000

4. Gaji Karyawan

438.000

5. Biaya Panen

150.000

6. Transportasi

50.000

7. Wareng Setrimin

600

M

7,5

4.500

8. Wareng Hijau

2.000

M

4

8.000

C

9. Bahan bakar

96.000

Liter

2

192.000

10. Rehabilitasi

50

Ha

3.000.

150.000

Jumlah B

5.002.500

Modal Investasi (A+B)

11.860.925

Catatan

1. Modal Kerja satu tahun duhitungh untuk dua kali panen, modal kerja untuk satu kali panen 50% dari modal kerja selama satu tahun

2. Harga Genset atas dasar harga pasaran Jakarta, Juli 2003, dengan nilai dolar

3. Harga tanah lahan tambak per m 2 Rp. 10.000,- atas dasar Nilai Jual Objek Pajak di daerah pantai Kecamatan Sungailiat

Tabel Reduksi Modal Per Tahun
(Dalam Rp 000)

No.

Uraian

Reduksi
(%)

Biaya per Tahun
(Rp)

1.

Bangunan

10

10.000

2.

Genset

20

191.235

3.

Kendaraan Operasional

20

16.000

4.

Motor

20

2.400

5.

Aerator

20

111.375

6.

Instalasi Listrik

20

30.675

Total

361.685

Analisa Rugi Laba & Aliran Kas Keluar Tabel Analisa Rugi Laba Budidaya

Tambak Udang (bersambung)
Tahun 1-2-3

No.

Uraian

Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3

A.

1. Produksi (Kg)

210.000

210.000

210.000

2. Harga Jual/Kg (Rp)

42.000

44.100

46..305

Pendapatan

8.820.000.000

9.261.000.000

9.724.050.000

B.

Biaya

1. Biaya Variabel

a. Fasilitas Produksi

4564.500.000

4564.500.000

4564.500.000

b. Gaji Karyawan

438.000.000

446.760.000

455.695.200

2. Biaya Tetap

a. Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

361.685.000

b. Distribusi (1,5%)

441.000.001

463.050.001

486.202.501

c. Bunga (1,25%)

62.531.250

62.531.250

62.531.250

d. Asuransi (1%)

118.109.250

118.109.250

118.109.250

Jumlah B

5.985.825.501

6.016.635.501

6.048.723.201

C.

Keuntungan Sebelum Pajak

2.834.174.499

3.244.364.499

3.675.326.799

D.

Pajak

850.252.350

973.309.305

1.102.598.040

E.

Keuntungan Setelah Pajak

1.983.922.149

2.271.055.149

2.572.728.759

Analisa Rugi Laba Budidaya Tambak Udang (sambungan)
Tahun 4-5

No.

Uraian

Tahun 4

Tahun 5

A.

1. Produksi (Kg)

210.000

210.000

2. Harga Jual/Kg (Rp)

48.620

51.500

Pendapatan

10.210.200.000

10.815.000.000

B.

Biaya

1. Biaya Variabel

a. Fasilitas Produksi

4564.500.000

4564.500.000

b. Gaji Karyawan

464.809.104

474.105.286

2. Biaya Tetap

a. Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

b. Distribusi (1,5%)

510.510.001

540.750.001

c. Bunga (1,25%)

62.531.250

62.531.250

d. Asuransi (1%)

118.109.250

118.109.250

Jumlah B

6.082.144.605

6.121.680.787

C.

Keuntungan Sebelum Pajak

4.128.055.395

4.693.319.213

D.

Pajak

1.238.416.619

1.407.995.764

E.

Keuntungan Setelah Pajak

2.889.638.777

3.285.323.449

Catatan :

1. Distribusi 1,5% dari nilai jual

2. Bunga 1,25% dari Modal Kerja

3. Asuransi 1% dari Modal Investasi

4. Tahun Pertama dan seterusnya, 2 kali panen

Tabel Aliran Kas Keluar (bersambung)
Tahun 0-1-2

No.

Uraian

Tahun 0

Tahun 1

Tahun 2

1.

Investasi

11.860.925.000

2.

Keuntungan Sblm Pajak

2.834.174.499

3.244.364.499

3.

Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

4.

Modal Kerja

5.002.500.000

5.002.500.000

5.

Bunga (1.25%)

62.531.250

62.531.250

Net Cash Flow

11.860.925.000

8.260.790.749

8.671.080.749

Tabel Aliran Kas Keluar (sambungan)
Tahun
3-4-5

No.

Uraian

Tahun 3

Tahun 4

Tahun 5

1.

Investasi

2.

Keuntungan Sblm Pajak

3.675.326.799

4.128.055.395

4.693.319.213

3.

Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

361.685.000

4.

Modal Kerja

5.002.500.000

5.002.500.000

5.002.500.000

5.

Bunga (1.25%)

62.531.250

62.531.250

62.531.250

Net Cash Flow

9.102.043.049

9.554.771.645

10.120.035.463

About these ads