Pengelolaan sampah 2

Sampah yang mudah lapuk bisa diolah menjadi pupuk organik dengan cara buatan atau alami. Pengelolaan sampah basah secara buatan dengan terlebih dahulu mengumpulkan sampah basah dalam tempat yang tidak mudah rusak, bisa ditutup dengan rapat, mudah dibersihkan dan ditempatkan di luar rumah.

Pengelolaan sampah basah secara alami sangat mudah, kita tinggal membuat lubang pada tanah. Kemudian masukan sampah basah kedalamnya. Tutup dengan rapat supaya tidak terhambur atau baunya tidak tercium keluar. Biarkan beberapa hari maka sampah akan hancur dengan sendirinya karena di alam sudah tersedia bakteri pengurai yang siap menghancurkannya. Demikianlah Tuhan menciptakan alam ini dengan segala kelengkapannya, asal kita mau mempelajarinya dan mengelolanya dengan baik. Jadi kembalikan hasil alam

yang tidak terpakai keasalnya (tanah) dengan baik maka alampun akan memberikan lagi hasil yang baik bagi kita semua. Semoga alam kita lestari dan mau bersahabat dengan kita seperti semula.

Untuk kemudahan dalam pengelolaan sampah kiranya dinas khsusnya terkait seperti Distanhut, Distako, dan Dinkes dapat berkoordinasi secara aktif selain itu diharapkan Pemerintah Kota Banjarbaru dapat mewajibkan kepada pengembang Rumah Sehat Sederhana untuk menyediakan dua wadah penampungan sampah, satu untuk sampah organic dan satunya untuk sampah anorganik agar lingkungan menjadi sehat, bersih dan rapi.

Paving Berumput. Alternatif lapangan parkir yang membantu mengurangi banjir dan polusi.

Salah satu penyebab banjir adalah air hujan yang tidak teresap ke dalam tanah. Padahal resapan air sangat diperlukan bukan hanya untuk mencegah banjir tetapi juga untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. Banyak orang yang lupa saat membuat tempat parkir mobil, teras, atau jalanan dimana tanah tertutup rapat dengan beton dan aspal.

Paving berumput adalah salah satu solusi yang bukan hanya dapat membantu peresapan air, tetapi juga dengan rumput yang tumbuh bisa membantu mengurangi karbondioksida di udara. Paving juga kuat untuk mobil ataupun truk walaupun lebih disarankan untuk lokasi dengan lalu lintas yang rendah. Tempat parkir rumah dan kantor adalah 2 contoh yang sangat cocok menggunakan paving berumput. Tempat parkir biasanya diaspal, tanpa taman, tidak ada pohon sama sekali sehingga untuk menurut saya banyak sekali tempat parkir yang dibuat saat ini sangat-sangat tidak ramah lingkungan. Padahal kalau tempat parkir tersebut dibuat dari paving berumput, malah ditambah taman atap diatas rumah/ruko/mal tersebut, resapan air hujan akan jauh lebih baik.

Jadi beberapa keuntungan memakai paving berumput adalah:

  1. Paving berumput mengurangi aliran air ke selokan dan menambah resapan air tanah
  2. Rumput bisa membantu mengurangi polusi gas, tetesan minyak bahkan karat
  3. Menambah estetika dan bisa dibuat pola yang menarik

Yang perlu diperhatikan bila memakai paving berumput adalah, untuk rumput bisa tumbu dengan baik diperlukan matahari dan air yang cukup. Bila tidak disiram rumput bisa kekeringan. Dan bila kekurangan matahari juga tidak tumbuh dengan baik. Jadi paving berumput tidak bisa dipakai untuk tempat yang berkanopi sehingga kekurangan matahari.

Yang pasti kalau anda memakai paving berumput, anda tetap memiliki tempat parkir + cadangan air tanah yang lebih baik. Dan pada akhirnya juga ikut mengurangi banjir.

Salah satu cara mudah dan murah untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengelola sampah secara benar. Sampah yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut diatas dapat dikelompokan menjadi dua golongan.

Pertama, sampah kering (anorganik), yang terdiri dari kaleng, plastic, karet vulkanis, logam, kayu-kayu keras, pecahan kaca dan botol bekas. Sampah kering dalam jumlah kecil, bisa dibakar atau dimasukan ke tempat pembuangan sampah (TPS) yang sudah disediakan oleh pemerintah. Sampah ini termasuk golongan sampah yang tidak mudah lapuk yang/tidak bisa lapuk biasanya disebut rubbish.

Golonga kedua, sampah yang mudah lapuk (organic) seperti jasad hidup terdiri dari sisa hewa dan kotorannya, sisa tumbuhan atau limbah pengolahan hasil pertanian, dan limbah dapur rumah tangga (garbage).

Harus dipahami kenyataan bahwa pembuangan sampah ke TPS bukanlah akhir dari permaslahan, sebab di TPA tersebut sampah tidak diolah, sehingga menimbulkan masalah baru berupa pencemaran lingkungan skitarnya. Akibat tutupan sampah dipermukaan tanah, kemampuan peresapan air kedalam tanah menjadi berkurang, sedagkan sisanya mengalir, dengan potensi menyebabkan erosi dan banjir.

Sebaliknya sampah yang dikelola dengan bijak dapat mengurangi pencemaran lingkungan, mencegah bahaya banjir dan meningkatkan kesuburan tanah. Tanah yang subur mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap air, sehingga air yang mengalir dipermukaan tanah dapat dikurangi sehingga mencegah bahaya banjir.