Peluang Pemasaran
Udang

Perkembangan Produksi Udang

Selama lima
tahun terakhir, produksi udang nasional relatif stabil. Kondisi ini menunjukkan
usaha tambak udang memberikan nilai ekonomi yang layak dan menguntungkan.
Sentra-sentra produksi utama tambak udang adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan,
Lampung dan Jawa Barat.

Perkembangan produksi udang nasional lihat tabel berikut :

Tabel Perkembangan Produksi Nasional
Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Volume
(Ton)

Pertumbuhan
(%)

1.

1997

368.190


2.

1998

375.776

2,187

3.

1999

416.000

9,669

4.

2000

360.000

-15,555

5.

2001

365.750

15,972


Jumlah

1.885.716


Perkembangan Ekspor Impor Udang

Di bidang pemasaran,
udang khususnya udang windu dan lobster merupakan salah satu komoditas
perikanan yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian
nasional. Pada tahun 1997, volume ekspor udang tercatat 92,1 ton dengan nilai
US$ 1.015,7 atau US$ 11.028 per ton atau US$ 11,28 per kg.

Meski demikian pada
tahun selanjutnya, khususnya sejak tahun 2000, sebagai akibat menurunnya harga
udang di pasaran internasional menjadi US$ 6.888 per ton atau US$ 6,08 per kg,
nilai ekspor udang pada tahun 2001 mengalami penurunan menjadi US$ 940 dengan
volume ekspor sebesar 122,1 ton. Negara-negara tujuan ekspor utama udang Indonesia
adalah Jepang, AS,
Hong Kong, Singapura, Belanda, Inggris dan Belgia dan
Luksemburg. Perkembangan Ekspor Nasional Udang lihat Tabel Perkembangan Ekspor
Nasional Udang 1997 – 2002.

Pada masa datang,
jika kualitas udang nasional terus ditingkatkan dan memenuhi standar mutu
produk yang dibutuhkan oleh negara-negara konsumen khususnya Jepang dan AS.
prospek pemasaran udang nasional diperkirakan membaik. Kedua negara itu, sangat
ketat terhadap produk makanan yang masuk ke negaranya. Untuk itu standar
manajemen mutu harus mampu dipenuhi oleh pengusaha tambak udang nasional, agar
mampu memiliki nilai kompetitif dengan produk udang negara-negara lain.

Tabel Perkembangan Ekspor Nasional Udang 1997 – 2002

No.

Tahun

Volume
(Ribu Ton)

Nilai
(000
US$)

1.

1997

92,1

1.007
971,5

2.

1998

140,5

1.007
231,8

3.

1999

106,3

887
262,4

4.

2000

114,0

887.625,4

5.

2001

127,3

1.003
259,7

6.

2002

122,1

940,4

Dalam kurun waktu
yang sama, pada tahun 1997, volume impor udang nasional tercatat 1.460 ton
dengan nilai US$ 5.964,5, yang kemudian pada tahun 2001 meningkat menjadi 8.083
ton dengan nilai US$ 26.512. Berdasarkan negara asal, udang di impor dari Australia,
Singapura, AS, India
dan negara lainnya.

Tabel Perkembangan Impor Udang 1997 –
2001

No.

Tahun

Volume
(Ton)

Nilai
(US$)

1.

1997

1.460

5.964,5

2.

1998

7.938

77.173

3.

1999

14.956

44.407

4.

2000

13.450

37.283

5.

2001

8.083

26.512

Perkembangan Konsumsi Udang Nasional

Perhitungan konsumsi
nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor
dikurangi ekspor. Atas dasar konsepsi tersebut, pada tahun 1997, tingkat
konsumsi nasional udang tercatat 276.607 ton, yang kemudian menurun menjadi
240.666 ton pada tahun 2002. Dengan tingkat konsumsi tersebut, menunjukkan
bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional, udang memiliki peluang
untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Apalagi, seiring dengan perkembangan
perekonomian Indonesia
yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang, akan meningkatkan
daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.

Tabel Perkembangan Konsumsi Nasional
Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Produksi
( Ton )

Ekspor
( Ton )

Impor
( Ton )

Konsumsi

( Ton )

1.

1997

368.190

93.043

1.460

276.607

2.

1998

375.776

140.158

7.938

243.556

3.

1999

416.000

106.300

14.956

324.656

4.

2000

360.000

114.000

13.450

259.450

5.

2001

365.750

121.250

8.083

252.583


Jumlah

1.885.716

574.751

45.887

1.356.852

Pemeliharaan

Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan adalah pakan
alami dan pakan buatan / tambahan : dedak, katul, jagung, pelet. Dengan pakan
tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan.

Cara
pemberian pakan :

  1. Pakan alami : Dengan cara pemberian pupuk baik pupuk
    kandang (kotoran hewan ) mau
    pun pupuk anorganik.
  2. Pakan buatan : Dalam hal ini pellet
  3. Penentuan pakan : Nilai
    konversi : 1,8 -2 artinya untuk menghasilkan udang 1 kg di perlukan sebanyak 1,8-2 kg.

Ketentuan besar
pakan menurut umur udang :

Umur setelah ditebar
(hari)

Berat udang rata-rata
(g)

No. pakan

Jumlah pakan/hari (%
biomasa)

S/D 30 hari
31 – 60 hari
61 – 70 hari
70 – 90 hari
90 – panen

PI 20 – 50
4 – 9
10 – 12
15 – 20
25 – 45

No. 1
No. 2
No. 3
No. 4
No. 5

10 – 15 %
8 – 10 %
4 – 5 %
3 – 4 %
3 – 4%

Contoh perhitungan jumlah pakan untuk padat penebaran 40.000 ekor/ha :

  1. Tebar : 40.000 ekor/ha
  2. Kematian :
    40% berarti 40% x 40.000 = 16.000 ekor mati
  3. Kehidupan :
    40.000-16.000 =24.000
  4. Target
    panen : Size 40 atau 40 ekor dalam 1 kg berarti
    1 ekor beratnya 25 gr Untuk 24.000
    ekor beratnya 24.000 x 25 gr = 600 kg.
  5. PCR
    ditentukan 1,8 berarti pakan yang dibutuhkan : 1,8 x 600 =1080 kg.
  6. Dalam
    pemberian pakan harus diperhatikan juga selera makan udang tersebut . Hal
    itu bisa dilihat pada waktu sampling di anco dengan jumlah 5% dari jumlah
    pakan waktu itu, Apabila habis maka berarti udang kurang bernafsu makan,
    maka perlu dikurangi. Untuk pengontrolan kebiasaan dan tingkah laku udang
    maka dapat dilakukan pengamatan pada malam hari, lebih-lebih pada saat
    kondisi perubahan suhu oksigen yang drastis. Apabila terjadi perubahan
    tingkah laku maka setelah diketahui penyebabnya segera lakukan langkah-langkah
    yang tepat untuk menghindari masalah dan kerugian di malam hari.
  7. Pemberian
    pakan dengan cara sampling tersebut dapat memberikan manfaat
    diantaranya menghindari pemborosan
    pakan, mengurangi biaya produksi, apabila pakan yang diberikan terlampau
    banyak maka akan mengendap di dasar tambak sehingga dapat mengakibatkan
    racun dan dapat menurunkan kualitas air dan membunuh udang, menghindari
    kanibal /saling makan diantara udang windu karena pakan yang diberikan
    kurang.

Pengontrolan Kualitas
Air

Penggantian air dilakukan secara teratur, misalnya 5%
setiap hari dan hindari penggantian air secara total/sampai habis kecuali ada
masalah-masalah tertentu. Untuk tambak-tambak tertentu biasanya dilengkapi 2
pintu air pembuangan yaitu pipa atas dan pipa bawah. Untuk pipa atas diperlukan
untuk membuang air pada saat sehabis hujan deras sehingga timbul dua lapisan
yang berbeda yaitu lapisan air berkadar garam dan air hujan. Oleh karena itu,
karena air hujan tidak cocok dengan kondisi lingkungan udang maka perlu dibuang.

Pemberantasan Hama

Tambak yang sudah diisi tidak menutup kemungkinan
terdapat hewan-hewan liar yang mengganggu kehidupan udang, misalnya ikan liar,
kepiting, ular, dan udang liar, walaupun sebelum ditebar benih tambak sudah di
racun. Pemberantas hama biasanya
dilakukan langsung di tambak tersebut berupa pemberian saponin. Untuk satu
hektar, diberi saponin 50 kg dengan cara :

Saponin
ditumbuk halus Direndam semalam atau 24 jam Ampas dan airnya ditebar merata ke
tambak dengan terlebih dahulu air tambak semula.dikurangi ½ dari ketinggian
semula Lakukan pengambilan ikan-ikan yang mati
Air yang sudah diberi
saponin tidak perlu di buang dikarenakan saponin dapat menjadi pupuk bagi
tambak.

Untuk hama
berupa kepiting dan udang liar, pemberantasan dapat dilakukan dengan menangkap
atau mengambilnya secara rutin dan terus menerus dengan alat khusus misalnya
serok, dll.

Analisa Kelayakan Investasi Tambak Udang

Teknis Produksi

1.
Skala Usaha 50 ha untuk lahan tambak, 5 ha untuk
infrastruktrur dan emplassemen

2.
Status Usaha PMDN / PMA

3.
Sifat Usaha Intensifikasi

4.
Jenis Udang Udang windu atau lobster

5.
Kepadatan Bibit 14.000.000 ekor / kepadatan 140.000 ekor per
ha

6. Target Panen 4 bulan atau satu tahun 2 kali panen

7. Kapasitas Produksi 21 ton / tahun atau 10,5 ton per panen

8. Volume Panen 40 ekor / kg atau 25 gram per ekor udang

9.
Mortalitas Udang 40%

Lahan Yang Diperlukan

Lahan yang diperlukan 55 ha, terdiri
dari 50 ha lahan tambak dan 5 ha bangunan.

Kebutuhan Sarana Produksi
Per Tahun/ Dua Kali Panen

1. Bibit/Benur 14.000.000 ekor per tahun / dua kali panen

2. Pakan 420.000
kg

3. Pupuk Urea 20.000 kg

4. Pupuk TSP 20.000 kg

5. Saponin 10.000 kg

6. Kapur 100.000 kg

Kebutuhan Sarana dan Prasarana

1.
Gedung Kantor 100 m2

2.
Gudang 100 m2

3.
Pos Keamanan 4 unit (16 m2 )

4.
Aerator / Kincir 550 unit atau 11 unit / ha

5.
Kendaran Operasional Unit jenis box

6.
Motor 5 unit

7. Mobil
Angkutan 1 unit truck ¾

Keb utuhan Listrik

Genset 4
unit

Kebutuhan Tenaga Kerja

Jumlah 64 orang

Tabel Jumlah dan Gaji Tenaga Kerja per
Tahun

No.

Jabatan

Jumlah

Gaji
Per Bulan
(Rp)

Jumlah
Per Tahun
(Rp)

1.

Teknisi Kepala

1

2.000.000,00

24.000.000,00

2.

Teknisi

5

7.500.000,00

90.000.000,00

3.

Operator

50

25.000.000,00

300.000.000,00

4.

Staf Administrasi Keuangan

1

750.000,00

9.000.000,00

5.

Straf HRD

1

750.000,00

9.000.000,00

6.

Satpam

6

500.000,00

6.000.000,00


Jumlah

64

36.500.000,00

438.000.000,00

Keterangan
:

1. 1 orang teknisi mengelola 10 ha, dengan
operator 10 orang.

2.
Jumlah
tenaga kerja dan gaji hasil wawancara dengan PT.
Lola Mina Merawang,
perusahaan Tambak Udang di Kabupaten Bangka.

3.
Upah belum termasuk lembur, intensif dan bonus.

Analisis Biaya
Produksi

Analisa biaya produksi investasi tambak udang dapat dilihat pada
tabel berikut :

Tabel Analisa Biaya Produksi per tahun
(Dalam Rp 000)

No.

Uraian

Volume

Unit

Harga/Unit
(Rp)

Total
(Rp)

A

Modal Tetap

1. Pembebasan Lahan

55

Ha

50.000

2.500.000

2. Konstruksi Lahan Tambak

50

Ha

50.000

2.500.000

3. Bangunan Emplasemen

200

M 2

500.

100.000

4. Genset (Merk Perkins)

2 Unit 500 KVA


US$
57.950

956.175

5. Aerator

300

Unit

1.856,25

556.875

6. Kendaraan Operasional

1

Unit

80.000

80.000

7. Motor

1

Unit

12.000

12.000

8. Instalasi Listrik



153.375

Jumlah A



6.858.425

B

Modal Kerja



1. Bibit (Benur)

14.000.000

Ekor

0,045

630.000

2. Pakan

420.000

Kg

7,5

3.150.000

3. Obat-obatan



– Urea

20.000

Kg

1,5

30.000

– TSP

20.000

Kg

1,5

30.000

– Saponin

10.000

Kg

7

70.000

– Kapur

100.000

Kg

1

100.000

4. Gaji Karyawan



438.000

5. Biaya Panen



150.000

6. Transportasi



50.000

7. Wareng Setrimin

600

M

7,5

4.500

8. Wareng Hijau

2.000

M

4

8.000

C

9. Bahan bakar

96.000

Liter

2

192.000

10. Rehabilitasi

50

Ha

3.000.

150.000

Jumlah B



5.002.500

Modal Investasi (A+B)



11.860.925

Catatan :

  1. Modal
    kerja satu tahun dihitung untuk dua kali panen, modal kerja untuk satu
    kali panen 50% dari modal kerja selama satu tahun
  2. Harga genset atas dasar harga
    pasaran Jakarta, Juli 2003, dengan nilai dolar
  3. Harga tanah lahan tambak per m2
    Rp. 10.000,- atas dasar Nilai Jual Objek Pajak di daerah pantai Kecamatan
    Sungailiat

Tabel Reduksi Modal Per Tahun
(Dalam Rp 000)

No.

Uraian

Reduksi
(%)

Biaya
per Tahun
(Rp)

1.

Bangunan

10

10.000

2.

Genset

20

191.235

3.

Kendaraan Operasional

20

16.000

4.

Motor

20

2.400

5.

Aerator

20

111.375

6.

Instalasi Listrik

20

30.675


Total


361.685

Analisa Rugi Laba & Aliran Kas Keluar

Tabel Analisa Rugi Laba Budidaya
Tambak Udang (bersambung)
Tahun 1-2-3

No.

Uraian

Tahun
1

Tahun
2

Tahun
3

A.

1. Produksi (Kg)

210.000

210.000

210.000


2. Harga Jual/Kg (Rp)

42.000

44.100

46..305


Pendapatan

8.820.000.000

9.261.000.000

9.724.050.000

B.

Biaya


1. Biaya Variabel


a. Fasilitas Produksi

4564.500.000

4564.500.000

4564.500.000


b. Gaji Karyawan

438.000.000

446.760.000

455.695.200


2. Biaya Tetap


a. Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

361.685.000


b. Distribusi (1,5%)

441.000.001

463.050.001

486.202.501


c. Bunga (1,25%)

62.531.250

62.531.250

62.531.250


d. Asuransi (1%)

118.109.250

118.109.250

118.109.250


Jumlah B

5.985.825.501

6.016.635.501

6.048.723.201

C.

Keuntungan Sebelum Pajak

2.834.174.499

3.244.364.499

3.675.326.799

D.

Pajak

850.252.350

973.309.305

1.102.598.040

E.

Keuntungan Setelah Pajak

1.983.922.149

2.271.055.149

2.572.728.759

Analisa Rugi Laba Budidaya Tambak
Udang (sambungan)

Tahun
4-5

No.

Uraian

Tahun
4

Tahun
5

A.

1. Produksi (Kg)

210.000

210.000


2. Harga Jual/Kg (Rp)

48.620

51.500


Pendapatan

10.210.200.000

10.815.000.000

B.

Biaya


1. Biaya Variabel


a. Fasilitas Produksi

4564.500.000

4564.500.000


b. Gaji Karyawan

464.809.104

474.105.286


2. Biaya Tetap


a. Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000


b. Distribusi (1,5%)

510.510.001

540.750.001

c. Bunga (1,25%)

62.531.250

62.531.250

d. Asuransi (1%)

118.109.250

118.109.250


Jumlah B

6.082.144.605

6.121.680.787

C.

Keuntungan Sebelum Pajak

4.128.055.395

4.693.319.213

D.

Pajak

1.238.416.619

1.407.995.764

E.

Keuntungan Setelah Pajak

2.889.638.777

3.285.323.449

·
Distribusi
1,5% dari nilai jual

·
Bunga
1,25% dari Modal Kerja

·
Asuransi
1% dari Modal Investasi

·
Tahun
Pertama dan seterusnya, 2 kali panen

Tabel
Aliran Kas Keluar (bersambung)

Tahun 0-1-2

No.

Uraian

Tahun
0

Tahun
1

Tahun
2

1.

Investasi

11.860.925.000

2.

Keuntungan Sblm Pajak

2.834.174.499

3.244.364.499

3.

Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

4.

Modal Kerja

5.002.500.000

5.002.500.000

5.

Bunga (1.25%)

62.531.250

62.531.250

Net Cash Flow

11.860.925.000

8.260.790.749

8.671.080.749

Tabel
Aliran Kas Keluar (sambungan)

Tahun 3-4-5

No.

Uraian

Tahun
3

Tahun
4

Tahun
5

1.

Investasi

2.

Keuntungan Sblm Pajak

3.675.326.799

4.128.055.395

4.693.319.213

3.

Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

361.685.000

4.

Modal Kerja

5.002.500.000

5.002.500.000

5.002.500.000

5.

Bunga (1.25%)

62.531.250

62.531.250

62.531.250

Net Cash Flow

9.102.043.049

9.554.771.645

10.120.035.463

Perkembangan Produksi Udang

Selama lima
tahun terakhir, produksi udang nasional relatif stabil. Kondisi ini menunjukkan
usaha tambak udang memberikan nilai ekonomi yang layak dan menguntungkan.
Sentra-sentra produksi utama tambak udang adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan,
Lampung dan Jawa Barat.

Perkembangan produksi udang nasional lihat tabel berikut :

Tabel Perkembangan Produksi Nasional
Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Volume
(Ton)

Pertumbuhan
(%)

1.

1997

368.190

2.

1998

375.776

2,187

3.

1999

416.000

9,669

4.

2000

360.000

-15,555

5.

2001

365.750

15,972

Jumlah

1.885.716

Perkembangan Ekspor Impor Udang

Di bidang pemasaran,
udang khususnya udang windu dan lobster merupakan salah satu komoditas
perikanan yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian
nasional. Pada tahun 1997, volume ekspor udang tercatat 92,1 ton dengan nilai
US$ 1.015,7 atau US$ 11.028 per ton atau US$ 11,28 per kg.

Meski demikian pada
tahun selanjutnya, khususnya sejak tahun 2000, sebagai akibat menurunnya harga
udang di pasaran internasional menjadi US$ 6.888 per ton atau US$ 6,08 per kg,
nilai ekspor udang pada tahun 2001 mengalami penurunan menjadi US$ 940 dengan
volume ekspor sebesar 122,1 ton. Negara-negara tujuan ekspor utama udang Indonesia
adalah Jepang, AS,
Hong Kong, Singapura, Belanda, Inggris dan Belgia dan
Luksemburg. Perkembangan Ekspor Nasional Udang lihat Tabel Perkembangan Ekspor
Nasional Udang 1997 – 2002.

Pada masa datang,
jika kualitas udang nasional terus ditingkatkan dan memenuhi standar mutu
produk yang dibutuhkan oleh negara-negara konsumen khususnya Jepang dan AS.
prospek pemasaran udang nasional diperkirakan membaik. Kedua negara itu, sangat
ketat terhadap produk makanan yang masuk ke negaranya. Untuk itu standar
manajemen mutu harus mampu dipenuhi oleh pengusaha tambak udang nasional, agar
mampu memiliki nilai kompetitif dengan produk udang negara-negara lain.

Tabel Perkembangan Ekspor Nasional Udang 1997 – 2002

No.

Tahun

Volume
(Ribu Ton)

Nilai
(000 US$)

1.

1997

92,1

1.007
971,5

2.

1998

140,5

1.007
231,8

3.

1999

106,3

887
262,4

4.

2000

114,0

887.625,4

5.

2001

127,3

1.003
259,7

6.

2002

122,1

940,4

Dalam kurun waktu
yang sama, pada tahun 1997, volume impor udang nasional tercatat 1.460 ton
dengan nilai US$ 5.964,5, yang kemudian pada tahun 2001 meningkat menjadi 8.083
ton dengan nilai US$ 26.512. Berdasarkan negara asal, udang di impor dari Australia,
Singapura, AS, India
dan negara lainnya.

Tabel Perkembangan Impor Udang 1997 –
2001

No.

Tahun

Volume
(Ton)

Nilai
(US$)

1.

1997

1.460

5.964,5

2.

1998

7.938

77.173

3.

1999

14.956

44.407

4.

2000

13.450

37.283

5.

2001

8.083

26.512

Perkembangan Konsumsi Udang Nasional

Perhitungan konsumsi
nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor
dikurangi ekspor. Atas dasar konsepsi tersebut, pada tahun 1997, tingkat
konsumsi nasional udang tercatat 276.607 ton, yang kemudian menurun menjadi
240.666 ton pada tahun 2002. Dengan tingkat konsumsi tersebut, menunjukkan
bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional, udang memiliki peluang
untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Apalagi, seiring dengan perkembangan
perekonomian Indonesia
yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang, akan meningkatkan
daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.

Tabel Perkembangan Konsumsi Nasional
Udang 1997 – 2001

No.

Tahun

Produksi
( Ton )

Ekspor
( Ton )

Impor
( Ton )

Konsumsi

( Ton )

1.

1997

368.190

93.043

1.460

276.607

2.

1998

375.776

140.158

7.938

243.556

3.

1999

416.000

106.300

14.956

324.656

4.

2000

360.000

114.000

13.450

259.450

5.

2001

365.750

121.250

8.083

252.583

Jumlah

1.885.716

574.751

45.887

1.356.852

Pemeliharaan

Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan adalah pakan
alami dan pakan buatan / tambahan : dedak, katul, jagung, pelet. Dengan pakan
tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan.

Cara
pemberian pakan :

  1. Pakan alami : Dengan cara pemberian pupuk baik pupuk
    kandang (kotoran hewan ) mau
    pun pupuk anorganik.
  2. Pakan buatan : Dalam hal ini pellet
  3. Penentuan pakan : Nilai
    konversi : 1,8 -2 artinya untuk menghasilkan udang 1 kg di perlukan sebanyak 1,8-2 kg.

Ketentuan besar
pakan menurut umur udang :

Umur setelah ditebar
(hari)

Berat udang rata-rata
(g)

No. pakan

Jumlah pakan/hari (%
biomasa)

S/D 30 hari
31 – 60 hari
61 – 70 hari
70 – 90 hari
90 – panen

PI 20 – 50
4 – 9
10 – 12
15 – 20
25 – 45

No. 1
No. 2
No. 3
No. 4
No. 5

10 – 15 %
8 – 10 %
4 – 5 %
3 – 4 %
3 – 4%

Contoh perhitungan jumlah pakan untuk padat penebaran 40.000 ekor/ha :

  1. Tebar : 40.000 ekor/ha
  2. Kematian :
    40% berarti 40% x 40.000 = 16.000 ekor mati
  3. Kehidupan :
    40.000-16.000 =24.000
  4. Target
    panen : Size 40 atau 40 ekor dalam 1 kg berarti
    1 ekor beratnya 25 gr Untuk 24.000
    ekor beratnya 24.000 x 25 gr = 600 kg.
  5. PCR
    ditentukan 1,8 berarti pakan yang dibutuhkan : 1,8 x 600 =1080 kg.
  6. Dalam
    pemberian pakan harus diperhatikan juga selera makan udang tersebut . Hal
    itu bisa dilihat pada waktu sampling di anco dengan jumlah 5% dari jumlah
    pakan waktu itu, Apabila habis maka berarti udang kurang bernafsu makan,
    maka perlu dikurangi. Untuk pengontrolan kebiasaan dan tingkah laku udang
    maka dapat dilakukan pengamatan pada malam hari, lebih-lebih pada saat
    kondisi perubahan suhu oksigen yang drastis. Apabila terjadi perubahan
    tingkah laku maka setelah diketahui penyebabnya segera lakukan langkah-langkah
    yang tepat untuk menghindari masalah dan kerugian di malam hari.
  7. Pemberian
    pakan dengan cara sampling tersebut dapat memberikan manfaat
    diantaranya menghindari pemborosan
    pakan, mengurangi biaya produksi, apabila pakan yang diberikan terlampau
    banyak maka akan mengendap di dasar tambak sehingga dapat mengakibatkan
    racun dan dapat menurunkan kualitas air dan membunuh udang, menghindari
    kanibal /saling makan diantara udang windu karena pakan yang diberikan
    kurang.

Pengontrolan Kualitas
Air

Penggantian air dilakukan secara teratur, misalnya 5%
setiap hari dan hindari penggantian air secara total/sampai habis kecuali ada
masalah-masalah tertentu. Untuk tambak-tambak tertentu biasanya dilengkapi 2
pintu air pembuangan yaitu pipa atas dan pipa bawah. Untuk pipa atas diperlukan
untuk membuang air pada saat sehabis hujan deras sehingga timbul dua lapisan
yang berbeda yaitu lapisan air berkadar garam dan air hujan. Oleh karena itu,
karena air hujan tidak cocok dengan kondisi lingkungan udang maka perlu dibuang.

Pemberantasan Hama

Tambak yang sudah diisi tidak menutup kemungkinan
terdapat hewan-hewan liar yang mengganggu kehidupan udang, misalnya ikan liar,
kepiting, ular, dan udang liar, walaupun sebelum ditebar benih tambak sudah di
racun. Pemberantas hama biasanya
dilakukan langsung di tambak tersebut berupa pemberian saponin. Untuk satu
hektar, diberi saponin 50 kg dengan cara :

Saponin
ditumbuk halus Direndam semalam atau 24 jam Ampas dan airnya ditebar merata ke
tambak dengan terlebih dahulu air tambak semula.dikurangi ½ dari ketinggian
semula Lakukan pengambilan ikan-ikan yang mati Air yang sudah diberi
saponin tidak perlu di buang dikarenakan saponin dapat menjadi pupuk bagi
tambak.

Untuk hama
berupa kepiting dan udang liar, pemberantasan dapat dilakukan dengan menangkap
atau mengambilnya secara rutin dan terus menerus dengan alat khusus misalnya
serok, dll.

Analisa Kelayakan Investasi Tambak Udang

Teknis Produksi

1.
Skala Usaha 50 ha untuk lahan tambak, 5 ha untuk
infrastruktrur dan emplassemen

2.
Status Usaha PMDN / PMA

3.
Sifat Usaha Intensifikasi

4.
Jenis Udang Udang windu atau lobster

5.
Kepadatan Bibit 14.000.000 ekor / kepadatan 140.000 ekor per
ha

6. Target Panen 4 bulan atau satu tahun 2 kali panen

7. Kapasitas Produksi 21 ton / tahun atau 10,5 ton per panen

8. Volume Panen 40 ekor / kg atau 25 gram per ekor udang

9.
Mortalitas Udang 40%

Lahan Yang Diperlukan

Lahan yang diperlukan 55 ha, terdiri
dari 50 ha lahan tambak dan 5 ha bangunan.

Kebutuhan Sarana Produksi
Per Tahun/ Dua Kali Panen

1. Bibit/Benur 14.000.000 ekor per tahun / dua kali panen

2. Pakan 420.000
kg

3. Pupuk Urea 20.000 kg

4. Pupuk TSP 20.000 kg

5. Saponin 10.000 kg

6. Kapur 100.000 kg

Kebutuhan Sarana dan Prasarana

1.
Gedung Kantor 100 m2

2.
Gudang 100 m2

3.
Pos Keamanan 4 unit (16 m2 )

4.
Aerator / Kincir 550 unit atau 11 unit / ha

5.
Kendaran Operasional Unit jenis box

6.
Motor 5 unit

7. Mobil
Angkutan 1 unit truck ¾

Keb utuhan Listrik

Genset 4
unit

Kebutuhan Tenaga Kerja

Jumlah 64 orang

Tabel Jumlah dan Gaji Tenaga Kerja per
Tahun

No.

Jabatan

Jumlah

Gaji
Per Bulan
(Rp)

Jumlah
Per Tahun
(Rp)

1.

Teknisi Kepala

1

2.000.000,00

24.000.000,00

2.

Teknisi

5

7.500.000,00

90.000.000,00

3.

Operator

50

25.000.000,00

300.000.000,00

4.

Staf Administrasi Keuangan

1

750.000,00

9.000.000,00

5.

Straf HRD

1

750.000,00

9.000.000,00

6.

Satpam

6

500.000,00

6.000.000,00

Jumlah

64

36.500.000,00

438.000.000,00

Keterangan
:

1. 1 orang teknisi mengelola 10 ha, dengan
operator 10 orang.

2.
Jumlah
tenaga kerja dan gaji hasil wawancara dengan PT. Lola Mina Merawang,
perusahaan Tambak Udang di Kabupaten Bangka.

3.
Upah belum termasuk lembur, intensif dan bonus.

Analisis Biaya
Produksi

Analisa biaya produksi investasi tambak udang dapat dilihat pada
tabel berikut :

Tabel Analisa Biaya Produksi per tahun
(Dalam Rp 000)

No.

Uraian

Volume

Unit

Harga/Unit
(Rp)

Total
(Rp)

A

Modal Tetap

1. Pembebasan Lahan

55

Ha

50.000

2.500.000

2. Konstruksi Lahan Tambak

50

Ha

50.000

2.500.000

3. Bangunan Emplasemen

200

M 2

500.

100.000

4. Genset (Merk Perkins)

2 Unit 500 KVA

US$
57.950

956.175

5. Aerator

300

Unit

1.856,25

556.875

6. Kendaraan Operasional

1

Unit

80.000

80.000

7. Motor

1

Unit

12.000

12.000

8. Instalasi Listrik

153.375

Jumlah A

6.858.425

B

Modal Kerja

1. Bibit (Benur)

14.000.000

Ekor

0,045

630.000

2. Pakan

420.000

Kg

7,5

3.150.000

3. Obat-obatan

– Urea

20.000

Kg

1,5

30.000

– TSP

20.000

Kg

1,5

30.000

– Saponin

10.000

Kg

7

70.000

– Kapur

100.000

Kg

1

100.000

4. Gaji Karyawan

438.000

5. Biaya Panen

150.000

6. Transportasi

50.000

7. Wareng Setrimin

600

M

7,5

4.500

8. Wareng Hijau

2.000

M

4

8.000

C

9. Bahan bakar

96.000

Liter

2

192.000

10. Rehabilitasi

50

Ha

3.000.

150.000

Jumlah B

5.002.500

Modal Investasi (A+B)

11.860.925

Catatan :

  1. Modal
    kerja satu tahun dihitung untuk dua kali panen, modal kerja untuk satu
    kali panen 50% dari modal kerja selama satu tahun
  2. Harga genset atas dasar harga
    pasaran Jakarta, Juli 2003, dengan nilai dolar
  3. Harga tanah lahan tambak per m2
    Rp. 10.000,- atas dasar Nilai Jual Objek Pajak di daerah pantai Kecamatan
    Sungailiat

Tabel Reduksi Modal Per Tahun
(Dalam Rp 000)

No.

Uraian

Reduksi
(%)

Biaya
per Tahun
(Rp)

1.

Bangunan

10

10.000

2.

Genset

20

191.235

3.

Kendaraan Operasional

20

16.000

4.

Motor

20

2.400

5.

Aerator

20

111.375

6.

Instalasi Listrik

20

30.675

Total

361.685

Analisa Rugi Laba & Aliran Kas Keluar

Tabel Analisa Rugi Laba Budidaya
Tambak Udang (bersambung)
Tahun 1-2-3

No.

Uraian

Tahun
1

Tahun
2

Tahun
3

A.

1. Produksi (Kg)

210.000

210.000

210.000

2. Harga Jual/Kg (Rp)

42.000

44.100

46..305

Pendapatan

8.820.000.000

9.261.000.000

9.724.050.000

B.

Biaya

1. Biaya Variabel

a. Fasilitas Produksi

4564.500.000

4564.500.000

4564.500.000

b. Gaji Karyawan

438.000.000

446.760.000

455.695.200

2. Biaya Tetap

a. Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

361.685.000

b. Distribusi (1,5%)

441.000.001

463.050.001

486.202.501

c. Bunga (1,25%)

62.531.250

62.531.250

62.531.250

d. Asuransi (1%)

118.109.250

118.109.250

118.109.250

Jumlah B

5.985.825.501

6.016.635.501

6.048.723.201

C.

Keuntungan Sebelum Pajak

2.834.174.499

3.244.364.499

3.675.326.799

D.

Pajak

850.252.350

973.309.305

1.102.598.040

E.

Keuntungan Setelah Pajak

1.983.922.149

2.271.055.149

2.572.728.759

Analisa Rugi Laba Budidaya Tambak
Udang (sambungan)
Tahun
4-5

No.

Uraian

Tahun
4

Tahun
5

A.

1. Produksi (Kg)

210.000

210.000

2. Harga Jual/Kg (Rp)

48.620

51.500

Pendapatan

10.210.200.000

10.815.000.000

B.

Biaya

1. Biaya Variabel

a. Fasilitas Produksi

4564.500.000

4564.500.000

b. Gaji Karyawan

464.809.104

474.105.286

2. Biaya Tetap

a. Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

b. Distribusi (1,5%)

510.510.001

540.750.001

c. Bunga (1,25%)

62.531.250

62.531.250

d. Asuransi (1%)

118.109.250

118.109.250

Jumlah B

6.082.144.605

6.121.680.787

C.

Keuntungan Sebelum Pajak

4.128.055.395

4.693.319.213

D.

Pajak

1.238.416.619

1.407.995.764

E.

Keuntungan Setelah Pajak

2.889.638.777

3.285.323.449

  • Distribusi
    1,5% dari nilai jual
  • Bunga
    1,25% dari Modal Kerja
  • Asuransi
    1% dari Modal Investasi
  • Tahun
    Pertama dan seterusnya, 2 kali panen

Tabel
Aliran Kas Keluar (bersambung)

Tahun 0-1-2

No.

Uraian

Tahun
0

Tahun
1

Tahun
2

1.

Investasi

11.860.925.000

2.

Keuntungan Sblm Pajak

2.834.174.499

3.244.364.499

3.

Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

4.

Modal Kerja

5.002.500.000

5.002.500.000

5.

Bunga (1.25%)

62.531.250

62.531.250

Net Cash Flow

11.860.925.000

8.260.790.749

8.671.080.749

Tabel
Aliran Kas Keluar (sambungan)
Tahun 3-4-5

No.

Uraian

Tahun
3

Tahun
4

Tahun
5

1.

Investasi

2.

Keuntungan Sblm Pajak

3.675.326.799

4.128.055.395

4.693.319.213

3.

Reduksi Modal

361.685.000

361.685.000

361.685.000

4.

Modal Kerja

5.002.500.000

5.002.500.000

5.002.500.000

5.

Bunga (1.25%)

62.531.250

62.531.250

62.531.250

Net Cash Flow

9.102.043.049

9.554.771.645

10.120.035.463