MENSITUASIKAN KOMEDI,MENGKOMEDIKAN SITUASI.

MENSITUASIKAN KOMEDI

Di era tahun 1980 sampai dengan 1992 ada organisasi yang meng himpun para PELAWAK disebut dengan Paguyuban Pelawak Indone sia yang dipercaya sebagai Ketua adalah H. Edi Sud (almarhum). Organisasi ini ruang geraknya dirasakan kurang luas, keberadaan nya hanya untuk wadah kumpul-kumpul antar Pelawak yang ada, dan hanya mengurus urusan sosial kemasyarakatan.

Bersamaan waktunya juga ada Lembaga Humor Indonesia ( LHI ) yang diketuai oleh ARWAH SETIAWAN.

LHI lebih kepada menyalurkan aspirasi pekerja seni Humor yang biasa mengekpresikannya melalui media cetak (Koran, majalah,dll) seperti Kartunis, Cerpenis humor, atau penulis jocks lucu yang pen dek, karikaturis, dlsb.

Keberadaan Pelawak sering dipermasalahkan, menurut LHI para Pelawak juga harus menginduk pada organisasi LHI, maka saat itu ada dua kubu pelaku seni Lawak ada yang dibawah organisasi Pagu yuban Pelawak Indonesia dan Lembaga Humor Indonesia.

Kedua organisasi itu ter kadang saling tarik ulur mengenai istilah Pelawak dan Komedian atau humoris.

Kala itu sering juga dilaksanakan Lomba atau Kejuaraan Lawak, ada Lomba Lawak versi Paguyuban Lawak Indonesia dan versi LHI.

Beruntung setelah era tersebut ada Pelawak-pelawak seperti INDRO, MIING, DERI, DKK yang berpikiran maju dan juga mau meluangkan waktu dan pikirannya untuk mempersatukan para pela ku seni Humor dan Lawak dalam satu wadah yang lebih luas scop nya tidak terbatas oleh wilayah dan territorial.

Atas ijin dari dua tokoh ( Edi Sud dan Arwah Setiawan ) dan restu juga dorongan para senior seperti Abah Us us, Tarsan, Asmuni, Timbul dan yang lainnya dideklarasikanlah organisasi Persatuan artis Seniman Komedi Indonesia ( PaSKI ).

Dari hasil musyawarah yang dilaksanakan antar Pelawak dan pelaku seni Humor yang ada terpilihlah INDRO sebagai Ketua Umum dan MIING sebagai Sekertaris Jendral ( Sekjen ).

Jika lebih jauh dipahami maksud / tujuan dari keberadaan PaSKI adalah berupaya mensituasikan Komedi agar lebih eksistensi dan maju guna mencapai kesejahteraan bagi para Pelaku seni Komedi yang ada baik sebagai Pelawak yang biasa mengekpresikan humor dengan pementasan maupun humoris yang biasa mengekpresikan melalui tulisan seperti Kartunis, Cerpenis, Karikaturis, dlsb.

Dipakai kata Komedi dalam organisasi ini adalah untuk dapat menya makan persepsi bahwa Lawak dan semua yang bersifat lucu adalah bagian dari kata Komedi.

MENKOMEDIKAN SITUASI

Sedapat mungkin para pelaku seni humor atau Komedian / Pelawak bisa / dapat mengkomedikan segala situasi dengan masing-masing kemampuan skillnya, karena upaya dapat mengkomedikan situasi sama dengan menjadikan diri seorang Pelawak/Komedian/Humoris menjadi manusia handal dan sukses dibidangnya.

Kemampuan mengkomedikan setiap situasi bukanlah hal yang gam pang, karena selain bakat/talenta yang kuat juga harus didukung dengan pengetahuan luas serta upaya, motivasi, dan kemauan keras untuk senantiasa melihat segala sesuatu dengan pendekatan humor

Sehubungan dengan keberadaan media televisi, Pelawak/komedian yang hanya mengandalkan skill yang telah ada tanpa mau berupaya senantiasa mengekplorasi bahan-bahan atau materi lawakan baru maka dapat dipastikan tidak akan sukses sampai klimaks, karena dunia per television itu adalah dunia industri.

Pelawak yang diberi kesempatan untuk melawak di televisi dan tidak memiliki modal pengetahuan untuk mengkomedikan situasi, ia tidak akan dapat bertahan lama sebagai Pelawak, karena jika hanya mengandalkan pisik saja atau materi panggung ( hafalan ) saja maka tidak dapat lama eksistensinya. Sebagai Pelawak.

Bahan materi yang dimainkan ditelevisi akan dianggap hangus dan tidak lucu lagi untuk dimainkan pada waktu yang berdekatan.

Bagaimana mungkin seorang Pelawak tampil di televisi dengan ma teri yang sama dengan yang telah pernah ditayangkan.

Sementara bagi mereka yang dapat mengkomedikan situasi macam apapun, maka ia adalah Pelawak jenius dan sangat pantas untuk tampil ditonton meskipun setiap hari dan waktu.

Bahwa kebersamaan itu lebih baik dari masing-masing, maka beror ganisasi lebih baik dilaksanakan untuk tercapainya tujuan bersama yang baik dan luhur.

Ditulis oleh :

OTONG LENON

Ketua DPD PaSKI Riau